Teroris Merauke Sudah Siap Serang Gereja dan Polres, Bahaya

Teroris Merauke Sudah Siap Serang Gereja dan Polres, Bahaya

1 Juni 2021 0 By Tim Redaksi

10 terduga teroris ditangkap Densus 88 Antiteror di Merau7ke, Papua. Mereka berpaham ISIS dan tergabung dalam kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD).

“10 orang (teroris Merauke) kelompok JAD yang ada kaitan 77u ISIS dan yang bersangkutan mengikuti i’dad di sana,” ungkap Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta, Senin (31/5/2021).

 

 

Mereka juga tergabung ke dalam grup WA atau telegram yang mengandung radikalisme.

Berdasarkan pemeriksaan sementara, kelompok ini sudah merencanakan akan melakukan serangan teror, di antaranya gereja dan markas kepolisian setempat.

“Sasarannya gereja di Merauke kemudisn Polres Merauke dan Satlantas Merauke,” bebernya.

Berdasarkan pemeriksaan sementara, kelompok ini sudah merencanakan akan melakukan serangan teror, di antaranya gereja dan markas kepolisian setempat.

“Sasarannya gereja di Merauke kemudisn Polres Merauke dan Satlantas Merauke,” bebernya.

Sampai saat ini, pemeriksaan intensif terhadap 10 teroris Merauke masih terus dilakukan penyidik Densus 88 Antiteror.

“Tentunya memeriksa itu tidak sekaligus selesai, ada teknis dan taktik dari Densus biar yang bersangkutan memberikan keterangan yang terus terang, keterangan apa yang mereka alami,” jelasnya.

Uskup Agung jadi Sasaran
Sementara, Kapolres Merauke AKBP Untung Sangaji menyebut, kelompok teroris ini sudah menjadikan Uskup Agung Merauke Mgr. Petrus Canisius Mandagi sebagai salah satu sasaran terorisme.

Akan tetapi, serangan tersebut urung terlaksana. Padahal saat itu terduga teroris sudah masuk ke katedral dengan membawa tas ransel.

Hal itu didapatnya dari Pastor Anselmus Amo yang menceritakan kepada Kapolres Merauke AKBP Untung Sangaji.

“Waktu itu, pastor Kandam 8 orang dengan membawa ransel,” tuturnya dikutip dari Cepos (jaringan PojokSatu.id), Senin (31/5/2021).

“Dia (terduga teroris) tahu kalau itu ada tulisan Katedral Keuskupan. Mana ada tempat kos di situ,” sambungnya.

Akan tetapi, terduga teroris tersebut kemudian pergi setelah mendapati bahwa Uskup Agung tidak berada di tempat.

“Karena sasaran (bom) bunuh dirinya mungkin seperti ini,” kata Untung Sangaji.

Ia juga menyebut bahwa kelompok ini masih ada hubungannya dengan teroris Poso, Makassar, Jakarta, Jatim dan Jabar.

Saat ini, para terduga teroris tersebut masih menjalani pemeriksaan oleh Tim Densus 88 Antiteror di Mako Batalyon Pelopor Brimob Merauke.

“Kita masih terus melakukan pengembangan. Kita takut ini tidak tuntas dan dia bisa kemana-mana. Kita ingin harus tuntas,” tegasnya.

Untung juga menyebut bahwa kelompok ini berencana menjadikan Merauke sebagai tempat untuk melakukan aksi terorisme.

“Dengan bikin kacau Merauke, maka yang lain menjadi berantakan. Makanya kita tidak tinggal diam,” jelasnya.

Untuk diketahui, 10 terduga teroris itu ditangkap pada Jumat (28/5) di sejumlah lokasi.

Yakni Distrik Jagebob, Distrik Tanah Miring, Distrik Kurik dan Distrik Merauke.

Mereka yang diamankan adalah, AK, SB, ZR, UAT, DS, SD, WS, YK, AP dan IK.

Dua inisial terakhir diketahui merupakan pasangan suami-istri dan telah memiliki anak berusia lima tahun.

* (Montt/pojok).