Gelar Kehormatan Megawati Dipertanyakan Oleh Profesor Ini

Gelar Kehormatan Megawati Dipertanyakan Oleh Profesor Ini

11 Juni 2021 0 By Tim Redaksi

RENCANA gelar profesor kehormatan yang akan diberikan kepada Megawati Soekarnoputri dipertanyakan Profesor Rachmat Wahab.

Megawati disebut tak sukses saat presiden kelima.

 

 

Rencana Universitas Pertahanan (Unhan) memberikan gelar profesor kehormatan kepada Presiden kelima RI Megawati Soekarnoputri pada hari ini, Jumat (11/6), dipertanyakan Profesor Rachmat.

Akademisi yang memperjuangkan khittah NU melalui Komite Khittah NU 1926, Profesor Rachmat Wahab mempertanyakan dasar pemberian gelar tersebut.

Menurut profesor ini, jika Megawati dianggap sebagai pemimpin yang berhasil, seharusnya kala itu Megawati terpilih lagi menjadi presiden.

Bukan malah rakyat memilih Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di pemilihan presiden secara langsung oleh rakyat.

“Kalau ,emang itu berhasil Megawati saya yakin waktu itu, mohon maaf ya, pasti dia menang pemilihan presiden berikutnya. Kalau dia tuh berhasil, itu sebagai pembuktian bahwa beliau itu berhasil dan patut dihargai,” katanya kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (11/6).

Profesor Rachmat Wahab menjelaskan bahwa kritik ini dia sampaikan agar publik tidak serta merta percaya dengan apa yang diklaim pihak Unhan.

Di mana Megawati dianggap bisa mengatasi krisis kala itu.

“Jadi ini untuk koreksi. Kalau beliau berhasil kan dipilih oleh rakyat pada saat itu,” tegasnya.

Pihak Unhan menerangkan bahwa gelar diberikan lantaran Megawati dianggap berhasil dalam menghadapi krisis multidimensi di era pemerintahannya.

Unhan mencatat Megawati berhasil menuntaskan konflik sosial seperti di Ambon dan Poso.

Selain itu, Megawati juga dianggap mampu memulihkan pariwisata pascaBom Bali dan mampu menangani masalah TKI di Malaysia.

 

* (Montt/pojok).