Bagi yang Sudah Divaksin Wajib Baca Ini, Ada Fakta Mengejutkan soal Vaksin AstraZeneca, Penting!

Bagi yang Sudah Divaksin Wajib Baca Ini, Ada Fakta Mengejutkan soal Vaksin AstraZeneca, Penting!

26 Agustus 2021 0 By Tim Redaksi
PEMERINTAH saat ini sedang mengejar target 75 persen masyarakat harus tervaksinasi. Hal tersebut bertujuan untuk menyelesaikan permasalahan pandemi Covid-19 yang kini tengah terjadi. Pemerintah menggunakan berbagai jenis vaksin Covid-19, salah satunya vaksin AstraZeneca. Melansir dari Lifepack pada Kamis (26/8/2021), berikut fakta-fakta yang harus dipahami terkait vaksin AstraZeneca:

Dipastikan aman

Masyarakat seharusnya tidak perlu ragu menerima vaksin karena semua yang didistribusikan telah lolos uji dan mendapat izin BPOM. Vaksin AstraZeneca sendiri telah mempunyai izin terbit dari BPOM dalam bentuk Emergency Use Authorization (EUA) sehingga aman digunakan. Selain itu, MUI juga telah menyatakan vaksin AstraZeneca mubah atau diperbolehkan untuk dipakai sehingga umat Islam tidak perlu khawatir. Pemberian vaksin AstraZeneca yang sesuai dengan dosis dan aturan dijamin aman dan tidak akan menimbulkan efek samping fatal. Sementara pemberian vaksin AstraZeneca CTMAV547 sempat dihentikan karena adanya dugaan kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI). BPOM pun lantas melakukan uji sterilitas dan toksisitas kemudian menyatakan batch tersebut tetap aman digunakan.

Pemberian dalam dua dosis

Vaksin AstraZeneca akan diberikan dalam dua dosis, pertama dengan dosis 0,5 ml dalam satu kali penyuntikan intramuscular, kemudian dosis kedua dengan nilai yang sama. Jarak pemberian vaksin AstraZeneca dosis kedua yakni 8-12 minggu setelah penyuntikan dosis pertama. Sementara itu, masyarakat perlu tahu bahwa sasaran vaksin AstraZeneca bagi yang berusia minimal 18 tahun.

Kandungan vaksin AstraZeneca

Vaksin AstraZeneca merupakan vaksin vektor adenoviral atau rekombinan yang di dalamnya terdapat virus flu biasa yang telah dimodifikasi. Virus tersebut tidak bisa melakukan replikasi di dalam tubuh sehingga bisa disebut virus yang sudah dilemahkan. Virus rekombinan ini kemudian akan memicu munculnya respons kekebalan tubuh terhadap virus Corona. Selanjutnya, virus dalam dalam vaksin tersebut dimodifikasi dengan adanya spike protein yang bisa meningkatkan sistem imunitas. Vaksin tersebut dinilai sangat efektif dalam membantu proses produksi antibodi dalam tubuh.

Telah didistribusikan merata

Seiring dengan meningkatnya target vaksinasi, pemerintah pun terus meningkatkan distribusi vaksin AstraZeneca di Indonesia. Distribusi AstraZeneca juga tidak hanya di Indonesia saja, sudah lebih dari 10 juta vaksin yang didistribusikan di negara-negara Eropa. Vaksin tersebut diproduksi oleh SK Bioscience Co, Ltd, Korea yang distribusinya merupakan hasil dukungan dukungan COVAX Facility.

Munculnya KIPI vaksin AstraZeneca

Ada beragam kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) yang dialami penerima vaksin AstraZeneca. Berdasarkan data, ada satu penerima vaksin yang mengalami radang paru-paru, serta ada pula yang terkonfirmasi Covid-19 usai menerima vaksin. Bahkan, ada satu orang dinyatakan meninggal dunia usai menerima vaksin dan kasus tersebut diselidiki lebih lanjut. Kendati demikian pemerintah telah memastikan vaksin AstraZeneca aman digunakan dan kasus KIPI tersebut bukan semata-mata karena pengaruh vaksin.

Isu indikasi penggumpalan darah

Ada beberapa negara yang melaporkan kasus penggumpalan darah setelah menerima suntikan vaksin AstraZeneca. Terkait indikasi tersebut, WHO telah menyatakan tidak ada indikasi jelas yang menunjukkan vaksin tersebut sebagai penyebab penyumbatan darah. Menurut penelitian, vaksinasi tidak akan meningkatkan risiko penggumpalan darah. Kesimpulannya menyatakan bahwa manfaat vaksinasi jauh lebih besar dari pada risiko komplikasi yang mungkin terjadi.   (Sa/Ma/La/Montt/Nesia).