Digugat WTO Soal Larangan Ekspor Nikel, Reaksi Jokowi Sungguh Mengejutkan

Digugat WTO Soal Larangan Ekspor Nikel, Reaksi Jokowi Sungguh Mengejutkan

14 Oktober 2021 0 By Tim Redaksi

PRESIDEN Joko Widodo (Jokowi) menyatakan siap menghadapi berbagai gugatan dari Organisasi Perdagangan Dunia (World Trade Organizations/WTO) akibat kebijakan larangan ekspor nikel yang diterapkan Pemerintah Indonesia.

“Meskipun kita digugat di WTO, tidak apa. Nikel, nikel kita, barang, barang kita, kita jadikan pabrik di sini, barang di sini, itu hak kita.

Kita hadapi kalau ada yang menggugat, jangan digugat kita mundur lagi,” ungkap Jokowi di di acara Pengarahan Presiden kepada Peserta PPSA XXIII Lembaga Ketahanan Nasional di Istana Negara, Rabu (13/10).

Bahkan, ia mengaku siap meladeni gugatan-gugatan tersebut dengan mengirimkan pengacara-pengacara terbaik Indonesia yang berkelas internasional ke WTO.

“Ya tinggal disiapkan lawyer yang kelas internasional agar tidak kalah kita,” imbuhnya.

Tak hanya gugatan yang berasal dari penolakan larangan ekspor bijih nikel, Jokowi mengatakan Indonesia juga siap apabila ada gugatan terkait komoditas minyak sawit (CPO).

Sebab, Pemerintah Indonesia ingin CPO tidak diekspor secara mentah saja, tapi juga diolah menjadi barang-barang lain di dalam negeri.

“Sawit juga sama, suatu titik nanti setop (ekspor).

Yang namanya ekspor CPO, harus jadi kosmetik, mentega, harus jadi biodiesel dan turunan-turunan lain, dan sekali lagi harus punya keberanian.

Jangan sampai kita grogi karena kita digugat di WTO,” tegas dia.

Di sisi lain, Jokowi mengatakan kebijakan larangan ekspor bijih nikel yang saat ini diterapkan pemerintah sengaja dilakukan untuk menciptakan nilai tambah melalui industri hilirisasi.

Sebab, ia melihat komoditas mineral dan batu bara (minerba) akan mengalami ledakan (booming) harga, sehingga berpotensi mengerek ekspor Tanah Air.

Tapi, Jokowi tidak mau ekspornya dilakukan hanya dalam bentuk barang mentah, namun harus sudah diolah di dalam negeri.

“Dulu ada booming minyak, kita kehilangan, ada booming kayu, kita kehilangan.

Kali ini, tidak, minerba ini harus menjadi sebuah fondasi kita dalam rangka memajukan negara kita Indonesia,” pungkasnya.

* (Montt/realitarakyat).