Isi Surat Capres Anies untuk AHY, Seluruh Anggota Parpol Demokrat Harus Tahu, Cek

Isi Surat Capres Anies untuk AHY, Seluruh Anggota Parpol Demokrat Harus Tahu, Cek

4 September 2023 0 By Tim Redaksi

METROONLINENTT.COM – Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Teuki Riefky Harsya menyebut Anies Baswedan pernah menulis surat untuk Ketua Umum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Menurutnya, surat tersebut ditulis beberapa hari sebelum munculnya bakal capres-cawapres Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar.

Riefky dalam keterangan resminya menyebut melalui surat tersebut Anies telah meminta AHY untuk menjadi wakilnya dalam Pilpres 2024.

“(Bakal) capres Anies sudah menentukan cawapresnya, menuliskan keputusannya itu dalam bentuk surat tulisan tangan yang ditandatangani, kepada Ketum AHY pada tanggal 25 Agustus 2023. Inti dari surat tersebut ialah untuk meminta secara resmi agar Ketum AHY bersedia untuk menjadi cawapresnya,” terangnya, Kamis (31/8/2023) dikutip dari CNBC.

Hal tersebut ia sampaikan saat memberikan penjelasan terkait apa yang terjadi dalam Koalisi Perubahan untuk Persatuan.

Baca Juga:

Tak Disangka, MA Akhirnya Membatalkan Vonis Mati Ferdy Sambo, Ini Alasannya

Kabar Penting, Ada Syarat Terbaru Perpanjangan STNK, Para Warga RI Silahkan Baca dan Simak

Riefky memang tidak menyertakan surat yang ia maksud dalam keterangan resminya tersebut.

Namun tak berselang lama, surat yang ditulis Anies untuk AHY itu beredar luas.

Surat dari Anies Baswedan untuk AHY. (Sumber: JPNN).

Lebih lanjut, Riefky menjelaskan bahwa Anies telah memutuskan memilih AHY sebagai cawapresnya pada 14 Juni 2023.

Nama AHY juga telah disampaikan kepada para ketua umum parpol dan majelis tertinggi masing-masing partai.

Dan menurut Anies, ketiga pimpinan parpol menerima putusan tersebut dan tidak ada penolakan.

Setelah penetapan cawapres, jajaran koalisi sepakat untuk segera mendeklarasikan sah dan terbentuknya Koalisi Perubahan untuk Persatuan, termasuk penetapan capres dan cawapres yang hendak diusung.

Hal itu menyusul adanya pertanyaan dan desakan dari kalangan masyarakat secara luas tentang kepastian Koalisi Perubahan, serta makin merosotnya elektabilitas Anies.

Baca Juga:

Dua Oknum Anggota DPRD Ditangkap Polisi, Simak Kasusnya, Astaga

Pengacara Top dan Terkenal di Indonesia Jadi Tersangka, Ini Kasusnya, Lihat

Atas harapan dan desakan masyarakat, Anies dan Tim 8 telah merencanakan waktu deklarasi namun tidak pernah terwujud.

Riefky mengatakan tidak terlaksananya deklarasi diduga kuat karena Anies lebih patuh kepada Ketua Umum Nasdem Surya Paloh yang ingin terus menundanya.

Namun desakan yang makin kuat dari masyarakat tentang kepastian berlayar atau tidaknya koalisi ini membuat waktu menjadi hal yang esensial.

Menurutnya, waktu deklarasi ini juga telah dikomunikasikan kepada Surya Paloh pada Kamis (24/8/2023).

Kemudian kepada Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat SBY pada Jumat (25/8/2023) dan kepada Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Al Jufri Sabtu (26/8/2023).

“Namun demikian, sesuatu yang tidak terduga dan sulit dipercaya terjadi. Di tengah proses finalisasi kerja parpol koalisi bersama Capres Anies dan persiapan deklarasi, tiba-tiba terjadi perubahan fundamental dan mengejutkan,” ujarnya.

Pada Selasa (29/8/2023) malam di Nasdem Tower, secara sepihak Surya Paloh tiba-tiba menetapkan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar sebagai cawapres Anies, tanpa sepengetahuan Partai Demokrat dan PKS.

Malam itu juga, kata Riefky, Anies dipanggil oleh Surya Paloh untuk menerima keputusan tersebut.

Kemudian Anies, dalam urusan yang sangat penting ini, tidak menyampaikan secara langsung kepada pimpinan tertinggi PKS dan Partai Demokrat.

Ia justru mengutus Sudirman Said untuk menyampaikan hal tersebut pada Rabu (30/8/2023).

Baca Juga:

(Ber/Nes)