Pengacara-pengacara Ini Ditangkap dan Masuk Bui, Lihat Kasusnya, Sungguh Mengagetkan

Pengacara-pengacara Ini Ditangkap dan Masuk Bui, Lihat Kasusnya, Sungguh Mengagetkan

19 Juli 2023 0 By Tim Redaksi

METROONLINENTT.COM – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjebloskan dua advokat ke Lapas Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat.

Advokat bernama Theodorus Yosep Parera dan Eko Suparno itu terjerat kasus suap terhadap pegawai dan hakim agung Mahkamah Agung (MA).

Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri mengatakan Jaksa Eksekutor KPK telah melakukan eksekusi pidana tersebut pada Selasa (4/7/2023).

Baca Juga:

Sah Dilantik Sebagai Wakapolri, Komjen Agus Sampaikan Pernyataan yang Mengejutkan, Ada Nama Jokowi

Teruntuk Semua Karyawan Kantor di Indonesia, Menkeu Sri Mulyani Rilis Info Baru untuk Anda, Simak

“Jaksa Eksekutor KPK Eva Yustisiana telah selesai melaksanakan eksekusi pidana badan berdasarkan putusan Pengadilan Tipikor yang berkekuatan hukum tetap dengan terpidana Theodorus Yosep Parera dkk,” terangnya, Rabu (5/7/2023).

Adapun Yosep akan menjalani pidana penjara selama delapan tahun dan denda Rp750 juta subsider enam bulan kurungan.

Sedangkan Eko akan menjalani pidana selama lima tahun penjara serta denda Rp750 juta subsider enam bulan kurungan.

Hal itu berdasarkan pada putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) di Pengadilan Negeri Bandung.

Keduanya dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana suap sebagaimana Pasal 6 ayat (1) huruf a Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor) jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

Mereka terbukti menyuap sejumlah pegawai hingga hakim agung MA saat tengah menangani beberapa perkara.

Antara lain suap terkait kasasi pidana yang melibatkan pengurus Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Intidana Budiman Gandi Suparman sebesar Sin$110 ribu.

Baca Juga:

DJP Sampaikan Imbauan Terbaru, Seluruh Masyarakat Indonesia Pemilik NPWP Harus Tahu, Simak

Info Terkini, Bareskrim Polri Sedang Memburu Sosok Ini, Masalahnya Cukup Berat

Kemudian, suap Sin$220 ribu terkait kasasi perdata nomor: 874 K/Pdt.Sus-Pailit/2022 (KSP Intidana).

Serta suap sebesar Sin$202 ribu agar pengajuan permohonan Peninjauan Kembali (PK) KSP Intidana ditolak.

Adapun Yosep dan Eko melakukan tindak pidana suap tersebut bersama-sama dengan Debitur KSP Intidana Heryanto Tanaka dan Ivan Dwi Kusuma Sujanto.

Baca Juga:

(Ros/Nes)