KPK Bongkar, Pak Gubernur Ini Habiskan Rp 1 Miliar Tiap Hari, Sungguh Diluar Dugaan

KPK Bongkar, Pak Gubernur Ini Habiskan Rp 1 Miliar Tiap Hari, Sungguh Diluar Dugaan

30 Juni 2023 0 By Tim Redaksi

METROONLINENTT.COM – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkapkan penggunaan dana operasional yang digunakan Gubernur nonaktif Papua Lukas Enembe.

Wakil Ketua KPK Alexander Marwata menyebut Lukas menghabiskan Rp 1 triliun untuk dana operasional setiap tahunnya sejak 2019 sampai 2022.

“Dana operasional yang bersangkutan itu Rp 1 triliun lebih,” terangnya dalam konferensi pers, Senin (26/6/2023).

Baca Juga:

Mendadak dan Mengejutkan, Jokowi Lantik 12 Duta Besar Luar Biasa, Cek Daftar Nama-namanya

Bagi Seluruh Pemilik BPKB di Indonesia, Ada Info Penting, Cek yang Terbaru

Dengan demikian, maka Lukas rata-rata menghabiskan Rp1 miliar setiap hari.

Padahal, kata Alex, terdapat aturan tertentu terkait dana operasional kepala daerah.

Untuk Lukas Enembe, angka tersebut jauh lebih besar dari ketentuan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Lebih lanjut, Alex menjelaskan dana operasional tersebut sebagian besar digunakan untuk biaya makan dan minum.

“Sebagian besar dibelanjakan untuk biaya makan minum. Bayangkan kalau Rp 1 triliun itu sepertiga digunakan untuk belanja makan minum, itu satu hari Rp 1 miliar untuk belanja makan minum,” bebernya.

Selain itu, KPK juga mendapati adanya dugaan kejanggalan.

Karena setelah mengecek di beberapa lokasi berdasarkan kuitansi, ternyata banyak yang fiktif.

Menurut Alex, terdapat restoran yang tidak mengakui telah menerbitkan kuitansi rumah makan tersebut.

Baca Juga:

Pesan Dukcapil Tentang Akta Kelahiran, untuk Semua Masyarakat Indonesia, Harap Simak

Info dari Kemenkes Terbaru, untuk Seluruh Dokter di Seluruh Indonesia, Dengarlah

Alex menegaskan pihaknya akan mendalami lebih lanjut terkait dugaan penggunaan fiktif dana operasional oleh Lukas Enembe.

Hal itu karena jumlahnya mencapai ribuan kuitansi bukti-bukti pengeluaran yang tidak bisa diverifikasi.

Alex juga menilai proses SPJ atau pertanggungjawaban dana operasional itu tidak berjalan dengan baik.

Menurutnya, SPJ yang disampaikan hanya berupa pengeluaran-pengeluaran dan banyak juga yang tidak disertai dengan bukti.

Baca Juga:

(Vid/Nes)