Presiden Jokowi Resmi Larang Kegiatan Ini di RI, Sungguh Mengejutkan

Presiden Jokowi Resmi Larang Kegiatan Ini di RI, Sungguh Mengejutkan

5 Juli 2023 0 By Tim Redaksi

METROONLINENTT.COM – Larangan kegiatan ekspor bauksit resmi berlaku mulai 10 Juni 2023.

Aturan tersebut berlaku setelah Peraturan Menteri (Permen) yang ditandatangani oleh Menteri ESDM Arifin Tasrif diterbitkan.

Sebelumnya, pelarangan kegiatan eskpor bauksit ini telah diumumkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada akhir 2022 lalu.

Jokowi mengungkapkan, hal ini dilakukan untuk mendorong hilirisasi.

“Mulai Juni 2023, pemerintah akan memberlakukan larangan ekspor bijih bauksit dan mendorong industri pengolahan dan pemurnian bauksit di dalam negeri,” kata Jokowi dalam video di YouTube Sekretariat Presiden beberapa waktu lalu.

Baca Juga:

Wow, inDrive Indonesia Bawa Kabar Baru dan Menggembirakan, Seluruh Driver Ojek Online Pasti Senang

Kades Ini Adakan Sayembara Tangkap Begal, Bagi Warga Silakan Simak, Hadiahnya Cukup Besar

Menteri ESDM Arifin Tasrif memastikan tidak akan ada kelonggaran bagi komoditas bauksit, seperti yang diterapkan untuk tembaga.

Pasalnya, pemerintah masih memberikan perpanjangan izin ekspor tembaga sampai tahun 2024 mendatang.

Perusahaan atau produsen tembaga pun masih bisa bernapas lega karena kebijakan tersebut.

Dua perusahaan yang menikmati kebijakan tersebut antara lain PT Freeport Indonesia serta PT Amman Mineral Nusa Tenggara.

Menurut Arifin, pemerintah masih memberikan kesempatan ekspor tembaga dengan melihat progres fisik dan dana yang sudah dikeluarkan.

Namun ia menekankan untuk segera menyelesaikan hingga pertengahan tahun depan.

Sementara itu, komoditas bauksit sendiri menjadi sorotan akibat ulah para oknum pelaku usaha tembang.

Mereka mengakali laporan progres pembangunan smelter agar bisa mendapatkan izin ekspor.

Baca Juga:

Jenderal Listyo Sigit Pilih Wakil Kepala Kepolisian RI yang Baru, Lihat Sosok dan Rekam Jejak Karirnya

OJK Keluarkan Himbauan Baru, Bagi Anda yang Punya Kartu Kredit dan M-Banking, Jangan Diabaikan

Arifin mengatakan ada 12 smelter bauksit yang ditargetkan selesai pada tahun ini.

Akan tetapi, baru empat smelter yang selesai sedangkan delapan lainnya dilaporkan oleh pihak verifikator masih dalam proses pembangunan.

Namun berdasarkan peninjauan di lapangan, terdapat perbedaan yang sangat signifikan dengan hasil verifikator independen tersebut.

Tujuh lokasi smelter, kata Arifin, kondisinya masih berupa tanah lapangan dan tidak ada aktivitas pembangunan sama sekali.

Padahal dalam laporan hasil verifikasi, kemajuan pembangunan disebutkan sudah mencapai antara 32% sampai 66%.

Baca Juga:

(Ber/Nes)