Ternyata Kasusnya Berat, Brigpol FP dan RS Akhirnya Dipecat dari Kepolisian

Ternyata Kasusnya Berat, Brigpol FP dan RS Akhirnya Dipecat dari Kepolisian

12 Mei 2023 0 By Tim Redaksi

METROONLINENTT.COM – Brigpol FP dan RS, anggota polisi Polres Aceh Besar dipecat dari anggota Polri.

Kapolres Aceh Besar AKBP Carlie Syahputra Bustamam memimpin upacara pemecatan.

Pemberhentian terhadap Brigpol FP karena meninggalkan dinas atau desersi, sedangkan Brigpol RS terlibat dalam peredaran narkotika jenis ganja.

“Saat ini Polri sangat membutuhkan banyak personel. Akan tetapi, hari ini dengan terpaksa harus kami berhentikan,” kata AKBP Carlie Syahputra di Aceh Besar, Senin, Dilansir dari Antara.

Dia menyampaikan pemecatan itu sebagai dari realisasi komitmen pimpinan Polri dalam memberikan sanksi tegas bagi anggota yang melakukan pelanggaran, baik itu tidak disiplin maupun kode etik kepolisian.

Baca Juga:

Seluruh Nasabah Harus Tahu, Ada Informasi Penting dari BCA Langsung, Cek Sekarang

Aksinya Mengejutkan RI, Inilah Sosok Asli Pengendara Koboi di Tol Tomang, Lihat

Bagi NIK KTP-nya Dinonaktifkan, Boleh Ajukan Keberatan, Cek Caranya, Warga DKI Jakarta Wajib Tahu

Simak! Cara Mendapatkan Pinjaman Rp 100 Juta Tanpa Perlu Jaminan di Bank BNI, Gampang Kok

AKBP Carlie merasa berat dan sedih melakukan upacara pemberhentian itu karena imbasnya bukan hanya kepada yang bersangkutan saja, tetapi juga kepada keluarga besarnya.

“Tetapi, ini telah dilaksanakan melalui proses yang sangat panjang, penuh pertimbangan, dan senantiasa berpedoman kepada koridor hukum yang berlaku,” ujarnya.

Sebelum dipecat, Brigadir FP dan RS telah melalui serangkaian proses, mulai dari pemanggilan, pemeriksaan oleh Seksi Profesi dan Pengamanan (Sipropam), dan sidang kode etik Polri.

Sampai akhirnya yang bersangkutan dipandang tidak layak untuk dipertahankan sebagai anggota Polri.

Dengan adanya peristiwa ini, lanjut Kapolres, ia menekankan kepada seluruh personel agar terus meningkatkan kedisiplinan pribadi dan kesatuan serta menghindari tutur sikap seperti arogansi, individualisme, dan apatis sehingga menjadi teladan bagi keluarga dan masyarakat.

“Diharapkan kepada para perwira hendaknya menjadi teladan bagi anggotanya dan melakukan pembinaan secara terus menerus dan tidak bosan untuk menegur, mengingatkan menasihati anggotanya apabila ada penyimpangan dan pelanggaran,” kata AKBP Carlie.

Baca Juga:

(Ber/Nkr)