Kasus yang Mengejutkan, Bripka IG dan Bripda IMS di Pecat, Simak

Kasus yang Mengejutkan, Bripka IG dan Bripda IMS di Pecat, Simak

8 Agustus 2023 0 By Tim Redaksi

METROONLINENTT.COM – Peristiwa penembakan yang menewaskan Bripda Ignatius Dwi Frisco Sirage atau Bripda IDF memasuki babak baru.

Kedua tersangka penembakan, Bripka IG dan Bripda IMS telah menjalani Sidang Komisi Kode Etik Polri (KKEP).

Majelis KKEP kemudian menjatuhkan sanksi Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) terhadap dua anggota Densus 88 Antiteror Polri tersebut.

Baca Juga:

Kementerian ESDM Bawa Kabar Mengejutkan, Bagi Seluruh Warga Indonesia Wajib Tahu, Simak

Sultan Ungkap Kondisinya, Ada Surat untuk Jokowi dan Mahfud MD, Begini Isinya

Adapun Bripka IG menjalani Sidang KKEP di ruang sidang Divpropam Polri di gedung TNCC, Mabes Polri, Jumat (4/8/2023).

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Ahmad Ramadhan menyampaikan hasil putusan sidang KKEP tersebut.

“Bripka IG dijatuhi sanksi administratif berupa Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) sebagai anggota Polri,” terangnya, Jumat.

Selain itu, KKEP juga menjatuhkan sanksi penempatan pada tempat khusus selama 7 hari terhitung sejak 28 Juli-4 Agustus 2023 di ruang Patsus Biroprovos Divpropam Polri.

Komisi sidang dipimpin oleh Kepala Biro Pertanggungjawaban Profesi (Wabprof) Divisi Propam Polri Kombes Agus Wijayanto dengan wakilnya adalah Kombes Rudy Mulyanto, Kepala Bagian Pembinaan Etika Rowabprof Divpropam Polri.

Kemudian anggota komisi terdiri atas AKBP Heru Waluyo selaku Kasubbag Rapetika Bagbinetika Rowabprof Divpropam Polri.

Lalu AKBP Kholiq Iman Santoso selaku Kasubbagbinops Bagops Densus 88 Antiteror Polri dan AKBP Endang Werdiningsih selaku Kasubbag Kode Etik Bagbinetika Rowabprof Divpropam Polri.

Dalam sidang tersebut, majelis KKEP menyatakan Bripka IG terbukti menguasai atau menyimpan senjata api yang diperoleh secara tidak sah untuk dirakit dan dijual.

Baca Juga:

Kabar Membahagiakan dari BKN, Bagi Seluruh PNS Bersiaplah, Simak Kabar Baiknya, Horeee!

Kabar Lowongan Kerja Terbaru di BUMN Sucofindo, Minat? Ini Posisi dan Syaratnya

Senjata api ilegal tersebut juga digunakan oleh Bripda IMS dan menyebabkan tertembaknya Bripda IDF hingga tewas.

Bripka IG melanggar Pasal 13 ayat (1) Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 2003 tentang Pemberhentian Anggota Polri Juncto Pasal 11 huruf c.

Kemudian Pasal 13 ayat (4) Perkap Nomor 14 Tahun 2011 tentang Kode Etik Profesi Polri.

Serta Pasal 5 ayat (1) huruf b, Pasal 8 huruf c angka 1, Pasal 10 ayat (1) huruf a angka 5, Pasal 10 ayat (1) huruf f, Pasal 10 ayat (1) huruf a angka 5 Juncto Pasal 10 ayat (6) huruf a dan huruf b Perpol Nomor 7 Tahun 2022 tentang Kode Etik Profesi dan Komisi Kode Etik Polri.

Sementara itu, Bripda IMS yang menjalani sidang KKEP pada Kamis (3/8/2023) juga dijatuhi sanksi PTDH.

Komisi KKEP menyatakan Bripda IMS terbukti menggunakan senjata api tanpa dilengkapi dokumen yang sah.

Dia memperoleh senjata tersebut dari Bripka IG kemudian menyebabkan Bripda IDF tewas tertembak.

Bripda IMS melanggar Pasal 13 ayat (1) Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 2003 tentang Pemberhentian Anggota Polri.

Juncto Pasal 5 ayat (1) huruf b, Pasal 8 huruf c angka 1, Pasal 10 ayat (1) huruf a angka 5, Pasal 10 ayat (1) huruf f, Pasal 10 ayat (1) huruf a angka 5 Juncto Pasal 10 ayat (6) huruf a dan huruf b Perpol Nomor 7 Tahun 2022 tentang Kode Etik Profesi dan Komisi Kode Etik Polri.

Menurut Ramadhan, baik Bripka IG maupun Bripda IMS menyatakan banding atas putusan tersebut.

Baca Juga:

(Vid/Nes)