Kasek dan Anggota Komite Ini Ditangkap, Astaga, Kasusnya Sungguh Memalukan

Kasek dan Anggota Komite Ini Ditangkap, Astaga, Kasusnya Sungguh Memalukan

25 Juli 2023 0 By Tim Redaksi

METROONLINENTT.COM – Kepala sekolah di Pandeglang, Banten diduga melakukan korupsi bantuan bagi siswa miskin.

Pihak Unit Tipikor Reserse Kriminal Polres Pandeglang langsung meringkus kepala sekolah berinisial EK itu di rumahnya.

Selain EK, polisi juga menangkap seorang anggota komite sekolah berinisial AP.

Keduanya memiliki peran dalam pengelolaan bantuan bagi siswa miskin di salah satu SMA negeri di Pandeglang.

Kanit Tindak Pidana Korupsi atau Tipikor Satreskrim Polres Pandeglang Ipda Jefrimartahi mengatakan kasus korupsi tersebut telah berjalan sejak lama.

Baca Juga:

Simak, QS World University Rankings 2024 Rilis 26 Perguruan Tinggi Terbaik di RI, Ini Daftarnya

Lowongan Kerja untuk Lulusan D4 hingga S2, PT Ajinomoto Indonesia Buka 5 Posisi, Simak Disini!

“Kami dari Satreskrim Polres Pandeglang Unit Tipikor telah berhasil mengamankan dua pelaku tindak pidana korupsi terkait bantuan siswa miskin sejak tahun 2013-2014,” terangnya, Jumat (14/7/2023) seperti dikutip dari Beritasatu.

“Pelaku EK merupakan mantan kepala sekolah SMA 3 Pandeglang, sedangkan pelaku AP adalah Komite Penyalur Bantuan Siswa Miskin yang saat ini menjabat sebagai kepala sekolah di SMA 4,” sambungnya.

Saat penangkapan berlangsung, EK yang terkejut sempat berkali-kali meminta surat penangkapan kepada petugas.

Setelah ditunjukkan dan dijelaskan, ia kemudian patuh dan bersedia untuk diamankan.

Dalam penangkapan tersebut, petugas turut menemukan sejumlah barang bukti terkait dugaan tindak pidana korupsi.

Terdapat sejumlah berkas yang memuat nama-nama siswa miskin yang seharusnya menerima bantuan.

Sementara itu, petugas langsung mengamankan tersangka serta barang bukti ke Mapolres Pandeglang.

Kepada polisi, kedua tersangka mengaku telah memanipulasi dana bantuan agar tidak diberikan kepada siswa miskin yang seharusnya menerimanya.

Mereka telah melakukan aksi tersebut selama dua tahun berturut-turut karena minimnya pengawasan.

Selain itu, banyak siswa miskin di Kabupaten Pandeglang yang tidak paham bahwa mereka sebenarnya berhak mendapatkan bantuan.

Menurut Jefri, jumlah siswa miskin penerima dana bantuan seharusnya sebanyak 409 siswa namun mereka tidak menerimanya sama sekali.

Dalam kurun waktu tersebut, para pelaku berhasil meraup uang mencapai Rp234 juta.

Lebih lanjut, Jefri menyebut kedua oknum kepala sekolah ini sering dipindahkan ke berbagai sekolah karena piawai dalam mengelabui kasus.

Oleh karena itu, pihaknya juga akan melakukan penyelidikan di beberapa sekolah lain yang pernah dipimpin oleh tersangka.

Selain itu juga melakukan pemeriksaan di dinas pendidikan untuk mengungkap skema penyaluran bantuan kepada siswa miskin hingga tahun 2023.

Sementara itu, Jefri mengaku pihaknya sempat kesulitan dalam mengklarifikasi karena siswa yang sudah lulus.

Bahkan banyak di antara mereka yang telah ikut suami pindah ke luar kota serta tidak diketahui keberadaannya.

Hingga pada tahun ini, pihaknya berhasil melakukan pemeriksaan terhadap semua siswa.

Setelah itu, pihaknya akan menyerahkan kasus ini ke kejaksaan untuk kemudian disidangkan.

Baca Juga:

Tampang Irfan Urane Azis, Lulusan Top Akademi Kepolisian, Wow, Lihat Sosoknya

Wahai Seluruh Nakes, Sah, DPR Setuju RUU Kesehatan Jadi Undang-Undang, Begini Isinya

Kedua tersangka terjerat Pasal Undang-undang Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Pada Pasal 2 UU Tipikor, hukuman penjara bagi koruptor paling sedikit empat tahun penjara dan maksimal hukuman 20 tahun.

Selain itu, koruptor juga menerima sanksi denda paling kecil Rp 200 juta dan paling besar Rp 1 miliar.

Baca Juga:

(Vid/Nes)