Dua Pengacara Ini Dituntut 6 dan 9 Tahun Penjara, Alasan Jaksa Mengejutkan

Dua Pengacara Ini Dituntut 6 dan 9 Tahun Penjara, Alasan Jaksa Mengejutkan

16 Mei 2023 1 By Tim Redaksi

METROONLINENTT.COM – Pengacara bernama Theodorus Yosep Parera dan Eko Suparno menjalani sidang tuntutan di PN Bandung, Rabu (10/5/2023).

Keduanya merupakan pengacara deposan KSP Intidana yang terjerat kasus suap pengurusan kasus di Mahkamah Agung (MA).

Mereka diduga menjadi perantara pemberian uang kepada hakim agung seperti Sudrajad Dimyati dan Gazalba Saleh serta sejumlah pegawai MA.

Dalam tuntutan, jaksa penuntut umum Wawan Yunarwanto menilai kedua pengacara tersebut terbukti melakukan tindak pidana korupsi.

“Menuntut supaya majelis hakim di Pengadilan Negeri Bandung memutuskan, satu, menyatakan terdakwa satu, Theodorus Yosep Parera, dan terdakwa dua, Eko Suparno, sudah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi,” ujarnya.

Baca Juga:

6 Program Beasiswa Baru di RI, Tertarik? Cek Daftarnya Sekarang

Adapun JPU menuntut Yosep dengan pidana penjara selama sembilan tahun empat bulan serta denda Rp750 juta subsider enam bulan penjara.

Sedangkan Eko dituntut enam tahun lima bulan penjara dan denda Rp750 juta subsider enam bulan penjara.

Kemudian, jaksa membacakan hal-hal yang memberatkan dan meringankan tuntutan kedua pengacara tersebut.

Menurut jaksa, hal yang memberatkan Yosep dan Eko adalah mereka tidak mendukung program pemerintah untuk memberantas tindak pidana korupsi.

Baca Juga:

Pengumuman Penting dari Pemerintah, untuk Ketua RT Seluruh Indonesia, Ini Serius

Selain itu, perbuatan keduanya juga merusak citra MA serta profesi advokat.

Sementara itu, hal yang meringankan yakni keduanya dianggap sopan selama sidang, memiliki tanggungan keluarga, serta belum pernah dihukum.

Dalam kasus ini, mereka terjerat Pasal 6 Ayat 1 huruf a UU Tipikor juncto Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP juncto Pasal 65 Ayat 1 KUHP sebagaimana dakwaan ke-satu alternatif pertama.

Serta melanggar Pasal 5 Ayat 1 huruf a UU Tipikor juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP sebagaimana dakwaan kedua alternatif pertama.

Baca Juga:

Wahai Pemilik Mobil dan Motor, Ini Deretan Aplikasi hingga Cara Cek Pelat Nomor Secara Online

Adapun kasus ini bermula ketika deposan KSP Intidana Heryanto Tanaka dan Ivan Dwi Kusuma Sujanto tidak terpenuhi hak-haknya.

Mereka kemudian berkonsultasi dengan Yosep selaku pengacara.

Yosep dan rekannya, Eko, lantas menjadi kuasa hukum 10 deposan KSP Intidana dan mengajukan pembatalan putusan perdamaian homologasi tahun 2015.

Namun mereka menilai KSP Intidana tidak memenuhi putusan tersebut.

Hingga kemudian, 10 deposan KSP Intidana itu mengajukan kasasi melalui Yosep dan Eko.

Dalam memberikan kuasa, disepakati ada fee pengurusan perkara kasasi di MA agar mengabulkan permohonan pembatalan perdamaian dari 10 KSP Intidana itu.

Yosep dan Eko diduga menjadi perantara pemberian uang kepada hakim agung dan pegawai MA sebesar 200 ribu dolar Singapura.

Baca Juga:

(Ros/Nes)