Ucapan Langka JK ke Jokowi Mengejutkan, 2 Mantan Presiden RI Langsung Disebut, Simaklah

Ucapan Langka JK ke Jokowi Mengejutkan, 2 Mantan Presiden RI Langsung Disebut, Simaklah

12 Mei 2023 0 By Tim Redaksi

METROONLINENTT.COM – Ketua DPP PKB Daniel Johan menanggapi soal saran dari Wakil Presiden ke-10 dan 12 Jusuf Kalla yang meminta Presiden Joko Widodo mencontoh Megawati Soekarnoputri dan Susilo Bambang Yudhoyono pada akhir masa jabatannya.

JK mengatakan, seharusnya Jokowi menghindari keterlibatan dalam politik jelang akhir masa jabatannya.

Menurut Daniel, setiap presiden memiliki gaya yang berbeda-beda.

“Yang penting demokrasi harus dipastikan tetap berjalan baik sebagaimana komitmen Pak Jokowi yang disampaikan berulang kali,” kata Daniel kepada wartawan, Senin (8/5/2023).

Ditambahkan Daniel, presiden memiliki hak untuk berbicara mengenai perpolitikan.

Baca Juga:

Seluruh Nasabah Harus Tahu, Ada Informasi Penting dari BCA Langsung, Cek Sekarang

Bagi NIK KTP-nya Dinonaktifkan, Boleh Ajukan Keberatan, Cek Caranya, Warga DKI Jakarta Wajib Tahu

Ternyata Kasusnya Berat, Brigpol FP dan RS Akhirnya Dipecat dari Kepolisian

Kasusnya Berat, Pengacara Top Indonesia Jadi Tersangka KPK, Waduh

Gak Main-main, Karyawati Cantik yang Diajak Bos Staycation, Ini Profil Aslinya

“Seluruh kebijakan pemerintah kan memang politik, bisa menjabat presiden pun dari proses politik, yang penting tetap menjaga demokrasi berjalan baik,” kata Wakil Ketua Komisi IV DPR RI itu.

“Tapi masukan-masukan yang ada seperti yang diberikan oleh Pak JK juga bagian dari dialektika untuk memajukan demokrasi,” tutur dia

Sebelumnya, Wapres RI ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla (JK) meminta Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) untuk terlalu ikut campur dalam urusan politik dalam jabatannya sebagai pemimpin tertinggi RI.

Hal ini merupakan respons JK terkait pertemuan para Ketua Umum (Ketum) partai politik (parpol) dalam lingkaran pemerintah Jokowi-Amin yang sebelumnya diundang ke Istana Negara.

Harusnya, jika melakukan pertemuan di Istana Negara, yang dibahas adalah soal pembangunan dan kemajuan negara, bukan ihwal politik dan koalisi.

“Kalau pertemuan itu membicarakan karena di istana, membicarakan tentang urusan pembangunan. Tapi bicara pembangunan saja, mestinya harusnya diundang (Nasdem). Tapi berarti ada pembicaraan politik” kata JK di kediamannya, Sabtu (6/5/2023).

Menurut JK, Jokowi harusnya mengikuti langkah Presiden sebelumnya seperti Megawati Soekarnoputri hingga Susilo Bambang Yudoyono (SBY) untuk tidak terlalu melibatkan diri dalam urusan politik.

Apalagi mengingat Jokowi telah memasuki babak akhir pemerintahnya.

“Menurut saya, presiden itu seharusnya seperti Bu Mega dulu, SBY, begitu akan berakhir maka tidak terlalu melibatkan diri dalam suka atau tidak suka, dalam perpolitikan itu. Supaya lebih demokratis lah,” tuturnya.

Sebelumnya para petinggi parpol pendukung pemerintah diundang oleh Jokowi ke Istana Negara, Jakarta, Selasa (2/5/2023) malam.

Mereka di antaranya Plt Ketum PPP Muhamad Mardiono, Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto.

Baca Juga:

(Ber/Nkr)