Pihak Kepolisian Keluarkan Imbauan Penting, Untuk Para Pembeli Kendaraan Bekas, Mengejutkan

Pihak Kepolisian Keluarkan Imbauan Penting, Untuk Para Pembeli Kendaraan Bekas, Mengejutkan

9 September 2023 0 By Tim Redaksi

METROONLINENTT.COM – Polresta Malang Kota mendalami praktik jual beli BPKB dan STNK di media sosial.

Praktik tersebut terbongkar setelah polisi menangkap sindikat pelaku pencurian kendaraan bermotor yang bisa mengubah nomor rangka dan nomor mesin kendaraan.

Terkait hal tersebut, Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Budi Hermanto mengeluarkan imbauan bagi masyarakat yang hendak membeli kendaraan bekas.

Baca Juga:

Inilah 10 Pengganti Gubernur di Indonesia Termasuk Ganjar Pranowo, Mengejutkan, Lihat

Para Selebgram Top Ditangkap Polisi, Ada yang Dibawah Umur, Kasusnya Memalukan

“Kami mengimbau masyarakat apabila membeli kendaraan bekas segera cek nomor rangka dan nomor mesin. Ini bisa dilakukan pada cek fisik di kantor Samsat terdekat,” ujarnya, seperti dikutip dari Antara, Sabtu (9/9/2023).

Lebih lanjut, Budi mengatakan BPKB dan STNK seharusnya tidak boleh diperjualbelikan.

Menurutnya, modus penjualan dokumen tersebut ditengarai milik masyarakat yang kendaraannya telah hilang namun BPKB dan STNK-nya masih disimpan.

Kemudian ada pihak yang memanfaatkan kondisi tersebut dengan membeli BPKB dan STNK tanpa kendaraan yang melekat.

Budi pun menegaskan bahwa praktik jual beli BPKB dan STNK tersebut adalah ilegal.

Pasalnya, dokumen tersebut tidak boleh diperjualbelikan secara terpisah dengan kendaraannya.

Praktik ini terungkap setelah Polresta Malang Kota menangkap dua pelaku pencurian kendaraan roda dua.

Keduanya yakni MS warga Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang dan RD warga Kabupaten Blitar.

Selain itu, polisi juga menangkap tiga penadah yakni EC warga Kecamatan Turen Kabupaten Malang serta AKH dan AZ warga Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan.

Dalam kasus ini, EC yang merupakan residivis kasus serupa membeli BPKB dan STNK secara online.

Kemudian, EC menghubungi AKF untuk meminta MS mencuri kendaraan yang sesuai dengan jenis BPKB yang telah ia beli.

Setelah itu, MS dan RD melakukan pencurian kendaraan bermotor roda dua sesuai dengan pesanan.

Mereka kemudian menyerahkan kendaraan tersebut kepada AKF lalu EC melakukan pembayaran kepada MS.

Selanjutnya, AKF membongkar kunci kendaraan dan mengganti dengan yang baru.

Sementara AZ berperan mengubah nomor rangka dan nomor mesin kendaraan.

Baca Juga:

Orang Terkenal Wulan Guritno dan Sejumlah Artis Ini Dilaporkan ke Polisi, Waduh, Cek Kasusnya

Kementerian Desa Akhirnya Bongkar, Para Kades dan Masyarakat Harus Tahu, Gak Main-main

Dari tangan pelaku, pihak kepolisian menyita barang bukti berupa 21 BPKB dan 35 STNK asli.

Budi mengatakan pihaknya melakukan pendalaman termasuk berkoordinasi dengan sejumlah kepolisian daerah (polda).

Pasalnya, kata dia, ada sejumlah barang bukti BPKB dan STNK yang berasal dari berbagai daerah.

Baca Juga:

(Ber/Nes)