Info Terbaru Soal STNK Kendaraan yang Sudah Lama Mati, Masyarakat Indonesia Wajib Tahu, Cek

Info Terbaru Soal STNK Kendaraan yang Sudah Lama Mati, Masyarakat Indonesia Wajib Tahu, Cek

1 September 2023 0 By Tim Redaksi

METROONLINENTT.COM – Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) kerap menjadi pertimbangan saat hendak membeli kendaraan second.

Karena STNK merupakan salah satu dokumen wajib dimiliki pemilik dan dibawa setiap berkendara.

Sehingga penting untuk memastikan STNK masih dalam kondisi hidup agar dapat digunakan sebagaimana mestinya.

Namun, jika STNK ternyata mati maka pemilik kendaraan harus segera mengurusnya.

Baca Juga:

Lowongan Kerja Terbaru di Perusahaan Ini, 3 Posisi yang Dibutuhkan, Cek Sekarang

Gelar Profesi Ini Bisa Dicantumkan di Tiket Pesawat, Sungguh Istimewa, Oh Ternyata

Terlebih, terdapat aturan tentang penghapusan data kendaraan yang STNK-nya mati dua tahun.

Aturan tersebut termuat dalam Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Pada Pasal 74 ayat 3 ditetapkan ‘Kendaraan Bermotor yang telah dihapus sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tidak bisa diregistrasi kembali’.

Jika data kendaraan telah dihapus maka pemilik tidak bisa melakukan registrasi ulang.

Hal tersebut mengakibatkan kendaraan menjadi bodong selamanya karena tak lagi bisa memperpanjang STNK.

Oleh karena itu, penting bagi pemilik kendaraan untuk segera mengurus Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) yang sudah mati atau habis masa berlakunya.

Cara Mengurus STNK Mati

Merangkum dari berbagai sumber, Jumat (1/9/2023), langkah pertama adalah mendatangi kantor Samsat.

Kantor Samsat biasanya ada di setiap kabupaten.

Kemudian, lakukan cek fisik kendaraan di kantor Samsat. 

Pada proses ini petugas akan mengecek kesesuaian nomor rangka dan nomor mesin dengan BPKB.

Siapkan uang sebesar Rp15 ribu untuk formulir dan surat nomor cek fisik kendaraan pada saat proses cek fisik.

Selanjutnya, pemohon menuju ke gedung Samsat untuk mengisi dan mencetak formulir pajak.

Biasanya sudah ada komputer yang tersedia untuk proses pengisian dan pencetakan formulir tersebut.

Setelah formulir tercetak, pemohon bisa segera menuju loket penerimaan berkas fisik untuk cek kelengkapan berkas.

Baca Juga:

Edukasi Penting dan Terbaru, Bagi Seluruh Pemilik Meteran Listrik Prabayar, Cek

MenPAN-RB Abdullah Azwar Anas Terbitkan Surat Edaran, Simak Isinya

Adapun dokumen yang diperlukan antara lain:

1. Fotokopi BPKB halaman pertama dan kedua

2. Fotokopi KTP

3. Fotokopi STNK

4. BPKB asli

5. KTP asli

6. STNK asli.

Susun berkas secara urut, yaitu STNK asli, fotokopi KTP, fotokopi STNK, dan fotokopi BPKB.

Setelah berkas sudah lengkap, pemohon perlu mengisi surat keterangan yang berisi informasi bahwa tidak ada perubahan pada kendaraan. 

Adapun perubahan tersebut antara lain seperti perubahan identitas pemilik, identitas kendaraan bermotor dan data kepemilikan.

Surat ini bisa didapat di kantor Samsat secara gratis.

Langkah terakhir adalah melakukan pembayaran di loket pembayaran progresif.

Baca Juga:

(Ber/Nes)