Perintah Penting dari Jokowi, Masyarakat Indonesia Silahkan Simak, Gak Main-main

Perintah Penting dari Jokowi, Masyarakat Indonesia Silahkan Simak, Gak Main-main

11 Agustus 2023 0 By Tim Redaksi

METROONLINENTT.COM – Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan instruksi khusus kepada Bulog dan Badan Pangan Nasional.

Presiden Jokowi meminta untuk mempersiapkan dan memastikan ketersediaan beras nasional tetap terpenuhi di tengah fenomena iklim El Nino.

Pasalnya El Nino pada tahun ini berpotensi mengganggu produksi beras.

Instruksi khusus ini diungkap oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian saat memimpin Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah di Gedung Sasana Bhakti Praja, Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta, Senin (7/8/2023).

Baca Juga:

Bank BRI Keluarkan Imbauan Terbaru, Untuk Seluruh Nasabah di Indonesia, Simak

Mengejutkan, Megawati Soekarnoputri Keluarkan Peringatan Terbaru, Seluruh Warga RI Wajib Tahu

“Bapak Presiden dalam rapat minggu lalu yang kami ikuti juga itu memberikan tugas kepada Bulog, Badan Pangan Nasional untuk menyetok beras,” kata Tito dalam keterangan tertulisdilansir dari kemendagri.go.id, Jumat (11/8/2023).

Tito menyebut El Nino akan berdampak pada beberapa jenis bahan pangan impor, seperti gandum, beras, hingga bawang putih.

Oleh sebab itu, pihaknya meminta pemerintah daerah (Pemda) untuk terus waspada terhadap kondisi ini.

Selain itu, beberapa negara seperti India sudah menghentikan ekspor beras ke Indonesia. 

Padahal Indonesia adalah salah satu pengimpor besar dari India.

Tak hanya India, Vietnam dan Thailand juga lebih mengutamakan beras untuk konsumsi dalam negeri.

Pasalnya produk beras di kedua negara itu juga berkurang karena kekeringan.

Meskipun masih mengekspor ke luar negeri, Vietnam dan Thailand hanya menjual beras kelas premium, sementara yang medium dan yang di bawahnya untuk konsumsi rakyat karena harganya lebih murah.

Guna menjaga ketersediaan beras di masyarakat, Tito menjelaskan pemerintah berencana kembali mengimpor beras dari negara-negara tersebut.

Langkah Strategis Pemerintah

Tito juga memaparkan sejumlah arahan Presiden terkait langkah strategis dalam mengantisipasi ketersediaan beras di daerah. 

Pertama, Pemda perlu mengetahui atau memonitor mana saja wilayah yang menjadi kantong produksi beras yang mengalami kekeringan, sehingga membuat produksi beras dalam negeri menurun.

Kedua, Pemda perlu melakukan monitoring mana saja wilayah yang mengalami kekurangan beras dan mengalami kenaikan harga beras.

Baca Juga:

Wahai Seluruh Para UMKM di Indonesia, Ada Kabar Baik dan Menggembirakan, Alhamdulillah

Kabar Penting, DJP Akan Hapus NPWP Ini, Mulai 1 Januari 2024, Simak

Ketiga, perlu mengintervensi daerah yang mengalami kedua kondisi tersebut dan penanganannya disesuaikan dengan kondisi masing-masing daerah.

Sehingga, bagi daerah yang sudah mencukupi stok berasnya tidak perlu dilakukan intervensi.

Selain itu, Tito juga meminta kepala daerah, Satgas Pangan Daerah, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk bergerak aktif dalam memonitor ketersediaan beras di wilayah masing-masing.

Baca Juga:

(Vid/Nes)