Jokowi Keluarkan Perintah Terbaru dan Tegas, Masyarakat Indonesia Wajib Tahu, Simak Kabar Pentingnya

Jokowi Keluarkan Perintah Terbaru dan Tegas, Masyarakat Indonesia Wajib Tahu, Simak Kabar Pentingnya

31 Juli 2023 0 By Tim Redaksi

METROONLINENTT.COM – Presiden Joko Widodo memerintahkan untuk memperpanjang penyaluran bantuan pangan beras.

Jokowi meminta agar penyaluran kepada 21,353 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) diperpanjang sampai akhir tahun 2023.

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi lantas menugaskan Perum Bulog untuk melaksanakan perintah tersebut.

Baca Juga:

Diluar Nalar! Ucapan Mahfud MD Sungguh Tegas, Usai Digugat Panji Gumilang Rp 5 Triliun

Viral Dimedsos, Wanita Cantik Ini Jadi Kades Paling Muda, Ternyata Bukan Orang Sembarangan

“Tambahan bantuan pangan beras tersebut sesuai hasil keputusan ratas (rapat terbatas) tentang Peningkatan Produksi dan Hilirisasi Produk Pangan tanggal 10 Juli 2023,” terangnya, dalam keterangan tertulis, Selasa (25/7/2023).

“Di mana Presiden Joko Widodo memerintahkan untuk melanjutkan program penyaluran bantuan pangan beras berdasarkan usulan Badan Pangan Nasional,” sambungnya.

Sementara itu, pemerintah sebelumnya telah melaksanakan penyaluran bantuan beras kepada 21,353 KPM dengan total 640 ribu ton.

Program tersebut selesai dalam tiga tahap yakni Maret, April, dan Juni 2023.

Pada perpanjangan ini, pihaknya menugaskan Bulog menyiapkan penyaluran untuk periode Oktober, November, dan Desember 2023.

Penugasan tersebut tertuang dalam Surat No 171/TS.03.03/K/7/2023 tentang Penugasan Penyaluran Cadangan Pangan Pemerintah dalam rangka Bantuan Pangan Beras.

Arief menandatangani surat tersebut pada 21 Juli 2023.

Menurutnya, besaran bantuan pangan beras yang disalurkan untuk perpanjangan ini sama seperti periode sebelumnya, yakni 10 kg per penerima.

Karena diberikan dalam tiga tahap, maka setiap KPM akan menerima bantuan secara total 30 kg beras.

Adapun bantuan tersebut bersumber dari Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola Bulog berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) No 125/2022 tentang Penyelenggaraan Cadangan Pangan Pemerintah.

Menurut Arief, bantuan tersebut dapat menjadi bantalan sosial bagi masyarakat berpendapatan rendah untuk menjaga daya beli.

Selain itu, juga sebagai upaya pengendalian inflasi pangan dalam rangka menghadapi momentum Natal 2023 dan Tahun Baru 2024.

Arief mengatakan pemerintah mengantisipasi hal tersebut agar tidak berdampak pada lonjakan harga pangan.

Lebih lanjut, pihaknya juga terus mendorong Bulog untuk melakukan penyerapan beras melalui pengadaan dari dalam maupun luar negeri guna menambah stok.

Baca Juga:

Lihatlah, SIM Resmi Berlaku Seumur Hidup? Luar Biasa, Simak Alasannya

Pengumuman Baru Untuk Kades Se-Indonesia, Jabatan Sah 9 Tahun, Segini Gaji dan Tunjangan Buat Anda

Pasalnya Presiden Jokowi telah memerintahkan agar masih memiliki stok sekitar 1,2 juta ton pada akhir tahun 2023 untuk dibawa ke 2024.

Dengan demikian, pemerintah dapat lebih baik dalam melakukan langkah-langkah antisipasi stabilisasi pasokan dan harga pangan.

Untuk itu, Arief mengaku pihaknya telah menyiapkan perencanaan dengan baik.

Baca Juga:

(Vid/Nes)