Salah Satu Pemerintah Kabupaten Keluarkan Kebijakan Baru Bagi PAUD hingga SMP, Lihat, Bukan 6 Hari Sekolah Lagi

Salah Satu Pemerintah Kabupaten Keluarkan Kebijakan Baru Bagi PAUD hingga SMP, Lihat, Bukan 6 Hari Sekolah Lagi

7 Juli 2023 0 By Tim Redaksi

METROONLINENTT.COM – Kabupaten Sleman resmi menerapkan lima hari sekolah untuk tahun ajaran baru 2023.

Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo mengatakan selama ini wilayahnya masih menerapkan enam hari sekolah.

Sementara wilayah lain di DIY telah menerapkan lima hari sekolah.

Menurut Kustini, kebijakan baru tersebut akan berlaku bagi siswa di tingkat PAUD, TK, SD, serta SMP.

“Mulai ajaran tahun ini kita menerapkan dari enam hari menjadi lima hari sekolah. Baik itu sekolah PAUD atau TK, SD, SMP,” terangnya, seperti dikutip dari tvonenews.com, Jumat (7/7/2023).

Baca Juga:

PT PLN Buka Lowongan Pekerjaan Terbaru, Jika Anda Minat, Ini Formasi, Syarat dan Caranya

Kapolri Listyo Sigit Beri Kenaikan Pangkat, Sejumlah Nama Jadi Jenderal Baru, Cek Daftarnya, Mengejutkan

Penetapan ini berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2017 tentang Hari Sekolah.

Kemudian juga berpedoman pada Peraturan Presiden Nomor 21 Tahun 2023 tentang Hari Kerja dan Jam Kerja Instansi Pemerintah dan Pegawai.

Serta Keputusan Bupati Nomor 63.3/Kep/KDH/A/2018 tentang Hari Kerja di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Sleman.

Lebih lanjut, Kustini mengatakan pihaknya akan menerapkan kebijakan lima hari sekolah secara serentak untuk jenjang PAUD hingga SMP.

Menurut Kustini, sebelumnya Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman telah melakukan kajian terkait kebijakan tersebut.

Adapun kajian itu meliputi sarana prasarana, kesiapan teknis, para guru, siswa, serta orang tua siswa.

Berdasarkan pemaparan Kadisdik Kabupaten Sleman Ery Widaryana, rata-rata kesiapan sudah lebih dari 90 persen.

Ery menuturkan hasil kajian tersebut mendukung pelaksanaan lima hari sekolah.

Untuk bulan pertama, kata Ery, pihaknya akan menyusun jadwal khusus kegiatan intrakurikuler sesuai beban belajar pada kurikulum.

Sementara kegiatan kokurikuler dan ekstrakurikuler dapat dilaksanakan pada bulan kedua atau setelahnya dengan tetap mengatur jadwal pada Hari Senin sampai dengan Jumat.

Selanjutnya, Ery juga menanggapi soal kekhawatiran penurunan stamina peserta didik akibat lima hari sekolah.

Ia mengimbau agar para siswa sarapan sebelum masuk sekolah serta membawa air minum yang cukup untuk menjaga stamina dan konsentrasi.

Selain itu, guru juga dapat membimbing peserta didik untuk melakukan peregangan atau ice breaking sederhana saat pergantian pelajaran.

Baca Juga:

Seluruh Sekolah dan Para Orangtua Simak, Kemendikbud Keluarkan Aturan Seragam Baru SD, SMP dan SMA

Mohon Doanya, Sosok Ini Meninggal Dunia, Presenter Deddy Corbuzier Sampaikan Kabar Duka

Ery mengatakan kebijakan ini bertujuan untuk menguatkan karakter peserta didik melalui kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler.

Serta mengoptimalkan peran Tri Pusat Pendidikan (lingkungan sekolah, lingkungan keluarga, dan lingkungan masyarakat).

Sehingga peserta didik masih memiliki waktu untuk menjalani aktivitas di luar hari sekolah dan jam sekolah bersama orangtua/wali dan masyarakat.

Baca Juga:

(Ber/Nes)