Kekayaan Indonesia di Masa SBY dan Jokowi Mengejutkan, Anda Harus Tahu, Segini Totalnya

Kekayaan Indonesia di Masa SBY dan Jokowi Mengejutkan, Anda Harus Tahu, Segini Totalnya

15 Juni 2023 1 By Tim Redaksi

METROONLINENTT.COM – Pemerintahan Presiden Joko Widodo tercatat memiliki aset negara dengan total mencapai Rp 11.454 triliun hingga 2021.

Nilai aset tersebut naik Rp 7.543 triliun sejak tahun 2014 lalu.

Berdasarkan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) yang telah diaudit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), aset negara pada tahun 2014 sebanyak Rp 3.910 triliun.

Baca Juga:

Alhamdulillah, Jokowi Luncurkan Program Baru, Semoga Para PNS Senang

Innalillahi, Kronologi Karyawan Indomaret Ditemukan Gantung Diri, Ternyata Ini Motifnya

Sejak 2014, aset lancar, investasi jangka panjang, aset tetap, piutang jangka panjang, dan aset lainnya tercatat mengalami kenaikan.

Melansir dari CNBC, Kamis (15/6/2024), kenaikan paling signifikan yaitu pada aset tetap sebesar Rp 4.232 triliun.

Adapun jumlah aset tetap naik dari Rp1.714 triliun pada tahun 2014 menjadi Rp 5.947 triliun pada 2021.

Sementara untuk investasi jangka panjang, mengalami kenaikan sebesar Rp 2.168 triliun.

Kemudian aset lainnya naik senilai Rp 585 triliun dan aset lancar juga naik sebesar Rp 506 triliun.

Sedangkan kenaikan terendah yaitu pada piutang jangka panjang mencapai Rp 51 triliun.

Jika melihat total aset negara selama kepemimpinan sebelumnya, era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebenarnya juga mengalami peningkatan.

Berdasarkan data LKPP, kenaikan total aset negara selama kepemimpinan Presiden SBY mencapai Rp 3.059 triliun.

Baca Juga:

Presiden Jokowi Resmi Larang Kegiatan Ini di RI, Mulai 10 Juni 2023, Mengejutkan

Kabar Terkini, Eks Sekjen NasDem Johnny Plate Mendadak Sampaikan Sesuatu Penting, Diluar Dugaan

Sepanjang 2004-2014, semua aset negara mengalami kenaikan.

Mulai dari aset lancar, investasi jangka panjang, aset tetap, piutang jangka panjang hingga aset lainnya.

Aset lancar tercatat mengalami kenaikan paling signifikan sebesar Rp 3.059 triliun.

Pada tahun 2004, jumlah aset lancar senilai Rp 86 triliun lalu naik menjadi Rp 262 triliun pada 2014.

Kemudian, aset tetap juga naik senilai Rp844 triliun, lalu investasi jangka panjang Rp 176 triliun, dan aset lainnya Rp 551 triliun.

Baca Juga:

(Ber/Nes)