Jokowi Bakal Sampaikan Kabar Gembira, PNS, TNI, Polri, dan Pensiunan Pasti Tersenyum

Jokowi Bakal Sampaikan Kabar Gembira, PNS, TNI, Polri, dan Pensiunan Pasti Tersenyum

1 Juni 2023 0 By Tim Redaksi

METROONLINENTT.COM – Presiden Joko Widodo akan mengumumkan kebijakan terkait kenaikan gaji PNS atau ASN, TNI-Polri dan pensiunan.

Jokowi akan mengumumkan kebijakan tersebut dalam pidato penyampaian Rancangan Undang-Undang (RUU) APBN 2024 pada 16 Agustus 2023.

Hal itu diungkapkan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani usai menghadiri rapat di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (30/5/2023).

“Bapak Presiden nanti akan menyampaikan RUU APBN 2024 pada tanggal 16 Agustus. Salah satu yang sedang kita hitung secara serius detail adalah kenaikan gaji ASN, TNI, Polri dan pensiunan,” jelasnya.

Baca Juga:

Ayo Daftar, Seleksi Anggota Bawaslu Resmi Dibuka, Ini Rinciannya

Freeport Buka Lowongan Besar-besaran Terbaru, untuk S1 Berbagai Jurusan, Tertarik? Ayo Daftar

Menurutnya, Jokowi akan menyampaikan keputusan besaran kenaikan gaji tersebut bersama dengan Nota Keuangan.

Adapun pidato penyampaian RUU APBN 2024 akan berlangsung usai Presiden menyampaikan pidato pada Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI di Kompleks Parlemen DPR/MPR Senayan, Jakarta.

Sementara itu, MenPAN-RB Abdullah Azwar Anas sebelumnya mengatakan bahwa ia telah mengajukan usulan kenaikan gaji PNS kepada Menkeu.

Hal itu ia sampaikan saat Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pelaksanaan Anggaran 2023 di Kementerian Keuangan, Rabu (17/5/2023).

Baca Juga:

Kemendikbud Cabut Izin 17 Perguruan Tinggi Ini, Alasannya Mengejutkan

Anggota Polisi Seluruh Indonesia Wajib Tahu, Komjen Agus Keluarkan Instruksi Terbaru, Gak Main-main

Anas menyebut kenaikan gaji PNS mempertimbangkan rumusan pemberian tunjangan kinerja (tukin) untuk para PNS.

Lebih lanjut, Anas menjelaskan bahwa selama ini pemberian tukin dipukul rata untuk semua PNS.

Menurutnya, skema tersebut membuat para PNS merasa tukin sebagai hak sehingga kinerja mereka tidak berkembang.

Dengan skema baru ini, tukin bagi PNS nantinya tidak akan setara meskipun dalam satu institusi.

Oleh karena itu, ia pun mengusulkan adanya kenaikan gaji untuk PNS.

Namun demikian, Anas mengakui bahwa pembahasan soal rumusan kenaikan gaji bersama Kemenkeu cukup rumit dan memakan waktu.

Baca Juga:

(Ros/Nes)