Para Selebgram Top Ditangkap Polisi, Ada yang Dibawah Umur, Kasusnya Memalukan

Para Selebgram Top Ditangkap Polisi, Ada yang Dibawah Umur, Kasusnya Memalukan

6 September 2023 0 By Tim Redaksi

METROONLINENTT.COM – Satreskrim Polres Pandeglang menangkap empat orang Selebgram yang merupakan warga Kabupaten Pandeglang.

Empat Selegram tersebut salah satunya adalah seorang pria berinisial RN (20).

Sedangkan tiga lainnya merupakan perempuan yang masih di bawah umur, yakni ZU (16), SU (17) dan TM (17).

Kasat Reskrim Polres Pandeglang AKP Shilton mengatakan penangkapan tersebut terkait kasus dugaan promosi situs judi online.

Baca Juga:

Ditjen Dukcapil Kemendagri Sampaikan Kabar Terbaru, Untuk Seluruh Pemilik Kartu Keluarga, Ini Serius

Nadiem Bawa Kabar Baik, Mahasiswa Pasti Senang, Skripsi Bukan Lagi Syarat Kelulusan, Ini Solusinya

“Kami dari Satreskrim Polres Pandeglang baru saja mengamankan empat orang, di mana empat orang ini diamankan karena mereka memposting atau mempromosikan situs judi online,” ungkap Shilton dalam keterangan persnya, Minggu (3/9/2023).

Menurut Shilton, mereka melakukan promosi dan menjadi afiliator situs judi online di media sosial masing-masing.

Adapun situs judi online tersebut berasal dari luar negeri.

Shilton menyebut para Selebgram tersebut mendapatkan keuntungan hingga jutaan rupiah dalam setiap postingannya.

Pembayaran tersebut, kata Shilton, berbeda-beda dengan rata-rata mulai dari Rp1 juta sampai dengan Rp4 juta untuk yang endorse.

Sedangkan untuk yang sistem afiliator, mereka diminta oleh admin untuk membagikan link situs judi online.

Apabila link tersebut dibuka, maka mereka akan mendapatkan keuntungan sebesar 30 persen.

Baca Juga:

Gaji dan Tunjangan Camat hingga Lurah di Seluruh Indonesia, Angkanya Menggiurkan, Ini Rinciannya

Mau Hapus Daftar Hitam BI Checking atau SLIK OJK? Caranya Gak Ribet, Simak

Adapun Shilton menyebut pihaknya telah menetapkan RN sebagai tersangka.

Namun tiga lainnya belum ditetapkan sebagai tersangka dan masih dalam pemeriksaan.

Pasalnya, penyidik harus berkoordinasi dengan Balai Pemasyarakatan (Bapas) terlebih dahulu mengingat ketiganya masih di bawah umur.

Berdasarkan keterangan RN, ia mendapatkan tawaran untuk mempromosikan situs judi online oleh admin dari luar negeri.

Ia harus memposting situs judi online tersebut setiap hari.

Kepada polisi, RN mengaku telah menjadi afiliator dan promosi belasan situs judi online selama empat bulan.

Untuk satu postingan di Instagram, ia bisa mendapatkan Rp300 ribu sampai Rp400 ribu untuk satu situs.

RN mengaku telah mendapatkan bayaran hingga ratusan juta rupiah.

Baca Juga:

(Ber/Nes)