Kronologi Oknum Polisi Dipukul Massa, Begini Endingnya

Kronologi Oknum Polisi Dipukul Massa, Begini Endingnya

25 Mei 2023 0 By Tim Redaksi

METROONLINENTT.COM – Seorang oknum polisi berinisial Brigadir MAL babak belur dihajar massa.

Ia menjadi amukan massa karena ketahuan merampas sepeda motor warga.

Peristiwa itu terjadi di Dusun XII, Desa Pematang Johar, Kecamatan Labuhan Deli, Deli Serdang, Sumatra Utara, Minggu (23/5/2023).

Melansir dari Tribun-Medan.com, saat melancarkan aksinya, Brigadir MAL dan komplotannya menyamar menjadi polisi lalu lintas.

Mereka kemudian melakukan razia kelengkapan sepeda motor dan mengincar pengendara yang melintas sendirian.

Baca Juga:

Salah Satu Walikota RI dan Terkenal Mundur dari Jabatannya, Alasannya Mengejutkan

Detik-detik Istri Nekat Potong Burung Suami Sendiri, Astaga, Begini Motifnya

Selanjutnya, pelaku dan komplotannya menghentikan pengenara sepeda motor tersebut.

Begitu pengendara berhenti, Brigadir MAL dan komplotannya langsung merampas motor tersebut dan kabur.

Korban pun berteriak hingga mengundang perhatian warga.

Upaya kabur pun gagal, Brigadir MAL dan komplotannya dihentikan hingga akhirnya digebuki oleh warga sekitar.

Brigadir MAL yang dalam kondisi setengah sadar lantas dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat II Medan.

Dikutip dari Kompas.com, Kepala Dusun XII, Desa Pematang Johar, Witri Wahyudi menceritakan detik-detik Brigadir MAL dan komplotannya diamuk massa.

Menurutnya, peristiwa itu terjadi sekira pukul 23.30 WIB.

Baca Juga:

Terbongkar, Rahasia Luka di Perut Habib Bahar yang Dikabarkan Tertembak, Mengejutkan

Satu Anggota DPRD Ini Ditahan dan Dijebloskan di Lapas, Kasusnya Cukup Berat

Ketika itu, Brigadir MAL dan rekannya warga sipil menghentikan sepeda motor warga karena tak memiliki plat kendaraan.

“Rupanya ditanya polisi itu platnya kok nggak ada, jadi diambil aja sama mereka (polisi), dibawa polisi motor si korban itu.”

“Polisi itu main bawa aja, tanpa konfirmasi,” kata Witri melalui sambungan telepon, Selasa (23/5/2023).

Mendapati motornya dirampas, korban lantas berteriak dengan menyebut Brigadir MAL sebagai maling.

Massa kemudian menghentikan motor Brigadir MAL yang saat itu berusaha melarikan diri, lalu menghajarnya.

Witri yang berada di sekitar lokasi kejadian menghentikan amukan massa.

Saat itu, kata Witri, kondisi Brigadir MAL yang dikerubungi massa tampak lemas tak berdaya.

Selanjutnya, Witri menghubungi kepala desa dan menceritakan kejadian tersebut.

“Banyaklah yang mengelilingi polisi itu, langsung saya telepon kepala desa.”

“Bahwa ini ada memang polisi dan di cek benar, lalu kita amankan.”

“Saya lihat kondisi polisi ini bernapas pun susah kan, sepertinya pingsan gitu, baru kami bawa ke rumah sakit,” bebernya.

Terpisah, Kasat Reskrim Polrestabes Medan Kompol Teuku Fathir membenarkan kejadian tersebut.

Ia mengatakan, Brigadir MAL telah ditetapkan sebagai tersangka atas kasus pencurian.

“Brigadir A sudah ditetapkan menjadi tersangka pencurian, karena dia turut serta melakukan pencurian.”

“Walaupun dia katanya diajak (temannya) mencuri, tetap kita proses,” katanya, Selasa.

Kini Brigadir MAL ditahan di Mapolrestabes Medan guna penyelidikan lebih lanjut.

Apabila terbukti bersalah, Brigadir MAL akan ditindak tegas secara etik dan pidana.

“Kami lakukan pemeriksaan dan tentunya apabila yang bersangkutan ini benar melakukan tindak pidana, akan kami lakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” tegas Fathir.

Baca Juga:

(Ros/Nkr)