Kades Ini Adakan Sayembara Tangkap Begal, Bagi Warga Silakan Simak, Hadiahnya Cukup Besar

Kades Ini Adakan Sayembara Tangkap Begal, Bagi Warga Silakan Simak, Hadiahnya Cukup Besar

30 Juni 2023 0 By Tim Redaksi

METROONLINENTT.COM – Kepala Desa Burangkeng, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi Nemin bin Sain mengadakan sayembara menangkap begal.

Tak tanggung-tanggung, ia akan memberikan hadiah sebesar Rp10 juta bagi siapapun yang berhasil menangkap pelaku begal.

“Barang siapa yang bisa menangkap begal jalanan saya kasih hadiah Rp10 juta,” ujarnya, seperti dilansir dari Antara, Jumat (30/6/2023).

Nemin menegaskan sayembara ini terbuka untuk siapa saja, baik masyarakat umum maupun penegak hukum.

Adapun ia mengaku uang hadiah Rp 10 juta tersebut berasal dari kantong pribadinya.

Nemin mengatakan ia berinisiatif untuk mengadakan sayembara karena maraknya aksi begal belakangan ini.

Baca Juga:

Simak, Segini Harga Tarif Listrik PLN Terbaru, Juli hingga September, Seluruh Warga Se-Indonesia Boleh Tahu

Jenderal Listyo Sigit Pilih Kabareskrim Polri yang Baru, Lihat Sosok dan Profilnya

Bahkan para pelaku begal tega melukai korbannya dengan senjata tajam.

Ia pun membuat sayembara demi memberikan semangat kepada warga untuk selalu menjaga lingkungan dari tindakan kejahatan.

Nemin menjelaskan bahwa berdasarkan laporan yang diterima Binmaspol dan Babinsa Desa Burangkeng, aksi begal telah terjadi sebanyak enam kali dalam kurun waktu satu bulan.

Selain mengambil harta seperti ponsel dan tas, pelaku juga mengancam keselamatan nyawa korban.

Menurut Nemin, sayembara ini juga memberikan dampak positif karena masyarakat mulai bergerak mengaktifkan kembali pos-pos keamanan.

Dalam waktu dekat, pihaknya juga akan membentuk satgas penanganan keamanan desa.

Baca Juga:

KPK Bongkar, Pak Gubernur Ini Habiskan Rp 1 Miliar Tiap Hari, Sungguh Diluar Dugaan

Survei Elektabilitas Parpol Peserta Pemilu 2024 Terbaru, Mengejutkan, Begini Hasilnya

Nemin menjelaskan satgas tersebut akan melibatkan  Binmaspol, Babinsa, Pokdar, Rukun Warga, Rukun Tetangga, hingga karang taruna.

Mereka akan bertugas pada jam-jam tertentu di sejumlah titik rawan.

Sementara untuk pembiayaan operasional, pihaknya memanfaatkan dari dana operasional kepala desa.

Baca Juga:

(Ber/Nes)