Kronologi Guru dan Siswa SMK Ini Jadi Pelajaran Bagi Semua Sekolah, Astaga, Memalukan

Kronologi Guru dan Siswa SMK Ini Jadi Pelajaran Bagi Semua Sekolah, Astaga, Memalukan

13 Juni 2023 0 By Tim Redaksi

METROONLINENTT.COM – Apa yang dialami siswa SMK Ini jadi pelajaran untuk seluruh sekolah se-Indonesia.

Guru sodomi siswa membuat citra pendidikan tercoreng.

Melansir dai berbagai sumber pada Selasa (13/6/2023), peristiwa memalukan ini terjadi dengan modus guru memberi pelajaran tambahan.

Baca Juga:

IKN Nusantara Buka Lowongan Kerja Terbaru, untuk Lulusan S1 dan S2, Cek Rinciannya

Cek Lowongan Terbaru, RSUD dr Soedarso Butuh 130 Karyawan, untuk Lulusan SMA, D3 hingga S1

Pelaku dan korban diketahui sebagai guru dan murid di sebuah SMK swasta di kawasan Sagulung Batam.

Guru bejad ini tega melakukan tindak asusila pada murid lelakinya yang duduk dibangku kelas 1 SMK.

Parahnya, aksi bejad guru sudah berlangsung selama 3 bulan dan akibat perbuatannya korban mengalami luka dan infeksi dibagian anusnya.

Adalah YF alias Iyan oknum guru yang mengajar mata pelajaran komputer di sebuah SMK Swasta di Sagulung hanya bisa tertunduk saat polisi membawanya dari tahanan Mapolresta Barelang.

Iyan ditangkap setelah ibu korba FD, Helena melaporkan ke Polresta Barelang terkait pencabulan dan kekerasan seksual yang dialami anaknya.

Kasat Reskrim Polresta Barelang Kompol Budi Hartono mengatakan terbongkarnya perbuatan bejad pelaku berawal saat tante korban curiga melihat jalan FD yang tidak wajar.

“Bahkan saat duduk, FD terlihat menahan sakit,” ujarnya.

Kecurigaan itu akhirnya disampaikan pada orangtua korban.

Awalnya korban FD tidak mau bercerita namun berkat bujuk rayu akhirnya korban menceritakan peristiwa pencabulan yang dialaminya.

Baca Juga:

PT Indofood Buka Lowongan Terbaru, untuk S1 Berbagai Jurusan, Cek dan Daftar Sekarang

Kabar Baik Datang dari Salah Satu Menteri Jokowi, Tuh, Masyarakat Indonesia Silahkan Tepuk Tangan

Saat diperiksa didapati anus korban mengalami infeksi sehingga diperlukan tindakan medis untuk mengobatinya.

Sementara dalam menjalankan aksinya, pelaku membujuk rayu korban agar datang ke rumah kontrakannya dengan dalih memberi pelajaran tambahan.

Bahkan usai melakukan pencabulan pelaku FY memberi korban uang dan mengratiskan korban makan dan jajan di kantin sekolah.

Sementara itu tersangka FY mengaku memyesal atas perbuatannya.

Dia mengaku pernah menjadi korban kekerasan seksual saat masih sekolah dasar dan akhirnya sangat tertarik dengan sesama jenis.

Atas perbuatannya tersangka dikenakan pasal 82 ayat 1 UU Perlindungan Anak dan pasal 292 kuhp dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara.

Baca Juga:

(Ros/Nkr)