Anies Beber 3 Tantangan Menjadi Gubernur DKI Jakarta, Nomor 1 Anda Pasti Tahu, Nomor 2 Bikin Syok…

Anies Beber 3 Tantangan Menjadi Gubernur DKI Jakarta, Nomor 1 Anda Pasti Tahu, Nomor 2 Bikin Syok…

23 September 2022 0 By Tim Redaksi

GUBERNUR DKI Jakarta Anies Baswedan mengungkapkan ada tiga tantangan besar yang dihadapinya saat awal menjabat.

Hal tersebut diungkapkannya saat mensosialisasi Pergub Nomor 31 Tahun 2022 tentang Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Wilayah Perencanaan DKI Jakarta, di Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Rabu (21/9).

Anies menyatakan salah satu dari tiga tantangan itu, yakni banyaknya jumlah pengguna kendaraan pribadi di Jakarta.

Dia mengeklaim jumlah pengguna kendaraan pribadi itu melebihi jumlah penduduk di Jakarta.

“Tantangan berdasarkan fakta dari catatan Polda Metro Jaya, yaitu ada 16 juta motor, 3,5 juta mobil, tetapi penduduknya 11 juta,” ujarnya di Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Rabu (21/9).

Anies menjelaskan tantangan kedua, yaitu adanya segregasi atau upaya saling memisahkan diri antarwarga Jakarta.

Dia menerangkan para warga terpisah menjadi klaster-klaster tertentu dan tidak terhubung satu sama lain.

Jakarta mengalami segregasi karena ada kampung dan kompleks.

Ada makmur dan tak makmur. Satu sama lain tidak saling berkoneksi dan hal tersebut merupakan fakta,” tuturnya.

Anies juga menyatakan Jakarta memiliki permasalahan soal polusi dan banjir.

Dia mengungkapkan banjir besar selalu menjadi permasalahan yang sering terjadi di Jakarta.

“Jakarta sering berpolusi dan mengalami banjir besar, kenyataan itu ada dan fakta,” terangnya.

Di sisi lain, Anies menyebut telah menelaah semua tantangan tersebut supaya dapat melihat penyebabnya.

Dia mengatakan sebagian permasalahan di Jakarta disebabkan ulah manusia.

“Kami boleh merumuskan man made disaster dan bukan sepenuhnya natural disaster,” ungkapnya.

Eks Menteri Pendidikan itu menerangkan dalam menyelesaikan persoalan Jakarta tidak bisa menggunakan cara simtomatis, yaitu jangan melihat gejalanya saja.

Anies Baswedan mengatakan permasalahan di Jakarta juga harus diselesaikan dengan mengobati penyakitnya.

(MONTT/GenPi)